Kapan hari itu….sarah telpon…temenku satu dari jaman smp yang ceriwis abis…hehehe…(lama ya ga ketemu…?!)
After talking…talking…talking…
Dia cerita salah satu temennya ada yang kena toxo…gara2nya temennya itu pelihara kucing…padahal baru beberapa bulan aja pelihara…obatnya muahal puolll…masalahnya tuh temennya lagi hamil trus karena kena toxo ampe harus dikuret….
Lama2 ku jadi serem juga…berhubung ada si boleng di rumah…
Akhirnya browsing-lah saya di internet…(ga kayak DM seharusnya ya…klo DM sejati mgkn buka diktat yang super tebal…ku malah buka internet kayak awam…abis klo baca ngantuk…T_T….MPE<mode on>)
And then…
Sebenarnya toxoplasma termasuk dalam kelompok parasit bersel tunggal (protozoa) dengan nama lengkap Toxoplasma gondii. Sejauh ini siklus perkembangbiakan toxoplasma hanya meneliti dalam usus kucing dan sebangsanya (harimau, singa, kucing hutan dan hewan lain yang termasuk keluarga kucing felidae.) Seekor kucing yang terserang toxoplasmosis akan mengeluarkan telur (ookista) toxoplasma pada waktu tertular untuk pertama kalinya. Inipun hanya berlangsung beberapa hari saja. Ookista ini keluar dari tubuh kucing yang sakit bersama kotorannya (feces). Jadi hanya kucing sakit akibat terserang toxoplasmosis saja yang kotorannya mengandung berjuta-juta telor toxoplasma. Ookista yang ada dalam kotoran kucing yang mongering akan terbang tertiup angin dan kemudian menempel pada rumput, daun, buah, batu, kayu, tanah dan tempat2 lain. Bisa juga pada saat turun hujan, kotoran kucing dengan ookista ini akan ikut aliran air dan menyebar ke segala penjuru. Ookista ini mampu bertahan hidup hingga 18 bulan dalam tanah. Kemudian hewan ternak seperti sapi, kambbing, domba, kerbau, juga burung dan tikus memakan rumput, daun, buah, air, atau apa saja yang tercemar oleh telur toxoplasma.
Manusia juga dapat tertular toxoplasma dengan cara seperti ini. Dalam tubuh hewan selain kucing, ookista akan berubah bentuk menjadi kista yang mampu bertapa di dalam jaringan tubuh. Penularan pada manusia bisa terjadi lewat 3 cara yaitu :
1.. melalui plasenta dari ibu hamil pada janin yang dikandungnya
2.. tertular secara langsung akibat ookista yang termakan secara tak sengaja, misalnya lewat air yang tercemar, tangan atau alat makan yang tercemar oleh ookista toxoplasma.
3.. tertular secara tak langsung yaitu karena memakan daging hewan (sapi, kambing, ayam, burung,kelinci dll) yang terinfeksi, karena daging yang mengandung toxoplasma dalam bentuk kista tidak dimasak dengan sempurna.
Bagaimana kucing dapat tertular toxoplasma?
Kucing dapat tertular akibat memakan hewan mangsanya (tikus,burung dll) atau daging mentah yang tercemar toxoplasma. Anak kucing dapat pula tertular sejak
lahir dari induk yang terinfeksi.
Dari gambaran tersebut diatas dapat disimpulkan 4 hal yaitu:
1.. kucing yang memproduksi telur toxoplasma hanyalah kucing yang terinfeksi toxoplasmosis
2.. telur-telur toxoplasma hanya dikeluarkan bersama kotoran kucing penderita. Jadi tidak benar anggapan yang menyebutkan bulu kucing menularkan toxoplasma,kecuali pada bulu tersebut menempel kotoran dengan telur toxoplasma. Tetapi mungkin bulu kucing yang beterbangan akan sangat mengganggu terutama yang alergi.
3.. kucing rumahan yang selalu mendapat makanan dan minuman yang bersih dan higienis, serta kebersihan dan kesehatannya terjaga dengan baik sangat kecil
kemungkinan terserang toxoplasmosis. Dalam hal ini kucing liar yang ada di sekitar kita inilah yang sangat berpotensi menularkan toxoplasmosis.
Mengurangi/menekan populasi kucing liar mungkin akan mengurangi potensi serangan toxoplasma. Inilah tantangannya.
4.. untuk menjadi seorang yang terifeksi toxoplasmosis tidak harus memelihara kucing artinya orang yang memelihara kucing belum tentu akan terserang toxoplamosis. Penularan lebih terkait dengan pola hidup dan kebersihan lingkungan.
Sampai saat ini belum ada vaksinasi untuk mencegah toxoplasmosis pada kucing. Namun demikian kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya. Such as…Berilah makanan yang sudah dimasak atau makanan jadi khusus untuk kucing (catfood) yang banyak tersedia di supermarket dan petshop. Pemberian makanan yang cukup dapat mencegah kucing berburu tikus, burung, dan lain-lain. Mandikan kucing dengan shampoo 2 minggu sekali. Ato Berikan obat cacing setiap 3 bulan.
Tapi ngeliat si boleng yang begitu luthu dan polos…yang kerjaannya cuman tiduuuuuuuuuur mulu (kayak aku…hehe)…jadi ga tega….masak iya harus ngebuang si boleng…..?! dia kan kucing rumahan bgt…yang naluri and insting kehewanannya udah ilang…hehehe…
Satu2nya moment pas boleng keliatan garang tuh pas ada kucing kecil nyasar yang jatuh dari atap rumah…berhubung si kucing kecil blom ketemu lagi ma ibunya…dia nginep dulu si rumahku. And pas waktu nya makan, eh…si boleng galak bgt…ga ngebolehin si kecil ikut makan. Dasar…senioritas bgt yak…heheheh…